Langsung ke konten utama

Sirah Nabawiyah



Soal dan Jawaban

1. Nabi Muhammad saw pernah mengembalakan kambing

a.Ceritakan  kapan dan bagaimana nabi saw mengembalakan kambing!
Jawaban ;
      Nabi Muhammad saw tidak dimanjakan oleh Abu Thalib. Pada masa remajanya pun, sebagaimana dahulu di pedesaan bersama Halimah, beliau menggembala kambing denga nimbalan upah secukupnya.  Satu ketika beliau menyatakan bahwa para nabi menggembalakan kambing. Beliau ditanya “ Apakah engkau juga demikian?” Beliau menjawab:
“Ya aku pernah menggembalakannya, milik penduduk Mekkah dengan imbalan beberapa qirath” (HR. Bukhari).   Pekerjaan menggembala ternak merupakan pekerjaan yang umum dilakukan oleh para nabi dan rasul, seperti Musa, Daud, dan Isa alaihimussalam. Menurut catatan sejarah, di masa kecil Muhammad SAW pernah menggembala ternak penduduk Makkah.Beliau mengatakan, “semua nabi pernah menggembala ternak.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana dengan Anda ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Allah tidak mengutus seorang nabi melainkan dia itu pernah menggembala ternak. “Sahabat kemudian bertanya lagi, “Anda sendiri bagaimana Rasulullah?” beliau menjawab, “Aku dulu menggembala kambing penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath.”
            Pekerjaan mengembala ternak merupakan pekerjaan yang memerlukan keahlian leadership dan manajemen yang baik. Para penggembala harus mampu mengarahkan ternaknya ke padang gembalaan yang subur dengan rumput menghijau. Disamping itu, mereka juga harus dapat mengendalikan hewan ternaknya agar tidak tersesat. Mereka juga harus melindungi ternaknya dari gangguan seperti dari hewan pemangsa dan para pencuri. Ini semua bentuk fungsi kepemimpinan dan manajemen. Mungkin latar belakang seperti ini memang digariskan Allah SWT kepada calon rasul yang akan mengemban risalah kenabian dan memimpin umat. Dalam proses penggembalaan ternak ini, mereka mempunyai banyak waktu untuk melakukan perenungan tentang berbagai hal. Misalnya tentang masyarakat di sekitarnya, tentang alam, tentang Tuhan. Mungkin bukan suatu kebetulan pula kitab-kitab suci diturunkan Allah SWT kepada para rasul dengan latar belakang penggembala seperti ini.


b.Mengapa nabi Muhammad saw mengembalakan kambing?
Jawaban:
              Karena beliau ditakdirkan untuk menjadi seorang Nabi dan pemimpian yang istimewa, untuk menghadapi orang-orang keras kepala yang sulit diatur, untuk memerangi kepercayaan dan ttadisi yang salah pada masa Jahiliyah, dan untuk meletakkan dasar-dasar hukum dan keadilan yang tepat, beliau merasa perlu untuk menjadi seorang penggembala. Ada banyak hal yang dapat dianalisa, pertama, secara faktual, Makkah pada saat itu adalah daerah padang pasir yang tandus. Pilihan pekerjaan tidak banyak. Penggembala adalah pekerjaan yang paling mudah dan tidak memerlukan keahlian individu tertentu. Oleh karena itu, menjadi penggembala menjadi pilihan yang wajar.
            Husain Haekal dalam Hayatu Muhammad (Kehidupan Muhammad) mengutip perkataan Nabi yang dengan rasa gembira mengenang saat-saat yang dialaminya pada waktu menggembala kambing di masa mudanya. Di antaranya Nabi berkata: “Nabi-nabi yang diutus Allah itu penggembala kambing. Musa diutus, dia penggembala kambing, Daud diutus, dia penggembala kambing, aku diutus, juga penggembala kambing keluargaku di Ajyad.” Karena pada awal remaja, Rasulullah saw tidak mempunyai pekerjaan tetap. Hanya saja beberapa riwayat menyebutkan beliau biasa menggembala kambing di kalangan Bani Sa’ad dan juga di Makkah dengan imbalan uang beberapa dinar. 

c.Jelaskan hikmah  pendidikan yang dapat diambil dari mengembalakan kambing!
Jawaban :
       Tidak perlu ada rasa malu untuk melakukan pekerjaan halal. Profesi penggembala bukanlah pekerjaan yang bergengsi. Profesi ini kurang lebih sama dengan buruh atau kuli. Garis keturunan ayah dan ibu beliau yang berasal dari keturunan bangsawan tidak membuatnya malu untuk melakukan pekerjaan apapun asalkan halal.. Ini pelajaran berharga bagi kita. Karena, tidak sedikit orang yang merasa berasal dari keturunan mulia merasa malu dan gengsi untuk bekerja kasar dan merasa lebih senang untuk meminta-minta dan menjadi pengemis.
      Beliau tidak merasa rendah diri dengan pekerjaan itu. Memang “Para nabi sebelum diutus, menggembalakan kambing.” Demikian sabda Nabi saw. Pengembala kambing dapat menjadi sarana pendidikan jiwa yang amat berarti. Di sana pengembala belajar membimbing dan mengantar ke jalan yang benar, serta menghindarkan dari jalan yang berbahaya/keliru, di samping mendidik si penggembala untuk sabar dan tabah dan melimpahkan kasih sayang kepada “gembalaan”-nya. dari perkataan Nabi di atas seakan menyimpulkan bahwa menjadi penggembala merupakan suatu profesi mulia. Walaupun secara lahiriah seperti suatu pekerjaan yang kasar dan tidak bergengsi.
        Hikmah yang dapat diambil dari profesi ini pelatihan karakter antara lain: (a) Melatih kesabaran. Menggembala mirip dengan kegiatan memancing yang memerlukan sifat sabar dan telaten. Apalagi, menggembala di tanah tandus seperti di Makkah bukanlah perkara mudah. Ia harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mendapatkan rumput yang tidak begitu banyak. (b) Melatih sikap rendah hati. Seperti disebut di muka, gembala adalah pekerjaan kasar. Bukan profesi bergengsi. Kalau mental sudah mampu bekerja di tempat yang paling rendah, maka ia pun akan mampu menempati posisi yang paling tinggi. (c) Keberanian, kepedulian dan tanggung jawab. Menggembala kambing dalam jumlah yang banyak dari satu tempat ke tempat yang lain akan melatih keberanian seseorang karena selalu ada potensi ancaman dari binatang buas. Ini juga akan melatih rasa peduli dan tanggung jawab untuk selalu melindungi gembalaannya agar selamat sampai kembali pulang ke kandang.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Format Proposal Penelitian Kuantitatif FITK 2019 UINWS

Format Proposal Penelitian Kuantitatif Judul : JUDUL DITULIS HURUF KAPITAL CETAK TEBAL TEGAK (Anak udul                                  Ditulis Huruf Besar Kecil Cetak Tebal Tegak) Penulis : Ditulis dengan Huruf Besar Kecil Cetak Tebal Tegak NIM : Angka ditulis cetak tidak tebal tegak Program Studi : Nama ditulis cetak tidak tebal   A. Latar Belakang Masalah (4-6 hlm) B. Rumusan Masalah (maksimal 1 hlm) C. Tujuan dan Manfaat Penelitian (1,5 -2,5 hlm) D. Kaian Teori (3-20 hlm) E. Kajian Pustaka relevan (4-5 hlm) F. Rumusan Hipotesis (maksimal 1 hlm) G. Metode Penelitian (2,5 -14 hlm) H. Kepustakaan                                                 ...