Langsung ke konten utama

Pendidikan Pancasila



Soal dan Jawaban Mata Kuliah     : Pendidikan Pancasila




1.Pendidikan Pancasila meruakan Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) yang diberikan pada perguruan tinggi, baik perguruan tinggi Agama maupun perguruan tinggi umum. Jelaskan dasar filosofi, sosiologis dan yuridis pendidikan pancasila diberikan perguruan tinggi.
Jawab: 
Dasar filosofi, sosiologis dan yuridis pendidikan pancasila diberikan perguruan tinggi ialah
a. Dasar filosofi adalah suatu dasar filsafat bangsa Indonesia yang ada sebelum terbentuknya negara.  Secara objektif dalam sila-sila Pancasila yang berawal dari filosofi bangsa Indonesia itu sendiri, yaitu berketuhanan dan Kemanusiaan. Dengan adanya syarat-syarat pembentukan suatu negara maka harus ada unsur pokok, sehingga secara filosofis negara persatuan dan keatuan.
b. Dasar sosiologis adalah Suatu dasar yang berdasarkan pandangan hidupnya bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang prularitasnya tinggi. Dasar ini sangat berkaitan dengan Benika Tunggal Ika yang berarti bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Dengan adanya dasar sosiolgis ini maka bangsa Indonesia memiliki nila-nilai kenegaraan dan kemasyarakatan yang terdapat dalam Pancasila.
c. Dasar Yuridis adalah Suatu landasan yang digunakan dalam perkuliahan Pendidikan Pancasila di pendidikan tinggi yang tercantum dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Perkuliahan Pancasila dituntut agar karakter bangsa Indonesia dapat ditanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta cinta tanah air.

2. Pancasila merupakan Graoundnom dan Weltanschauung bagi bangsa  Indonesia yang tak lepas dari dinamika sejarah panjang perjalanan bangsa indonesia. Jelaskan dinamika ideologi Pancasila dari sejak zaman Pra Kemerdekaan, Kemerdekaan, Kemerdekaan Orde Baru,  dan Reformasi.
Jawaban :
a. Pra Kemerdekaan 
Zaman Kutai : Pada masa kerajaan Kutai merupakan awal lahirnya sejarah Indonesia, karena didalam sistem kerajaan Kutai terdapat nilai sosial politik dan Ketuhanan. Dengan ditemukannya bukti berupa prasasti sebanyak 7 yupa. Yang mana dalam bentuk kerajaan dengan agama menjadi mengikat kewibawaan raja. 
  Nilai Pancasila:
1.) Nilai ketuhanan : memeluk agama Hindu.
2.) Nilai Kerakyatan : rakyat kutai sejahtera dan makmur.
3.) Nilai persatuan : wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh kawasan Kalimantan Timur.
Zaman Sriwijaya : Kerajaan ini terletak di daerah sumatra pada abad ke VII di bawah kepemimpinan Syailendra. Hal ini terdapat dalam prasasti Kedukan dengan bahasa Melayu kuna dan huruf pallawa. Dizaman itu kerajaan Sriwijaya merupakan suatu kerajaan yag cukup disegani di wilayah Asia Selatan. Pada zaman Sriwijaya sudah mulai menciptakan peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh rakyatnya. 
Nilai Pancasila
a. Nilai Ketuhanan : Pusat agama Budha di Asia Tenggara.
b. Nilai Kemanusiaan : Bersifat terbuka terhadap budaya asing yang masuk.
c. Nilai persatuan : Wilayahnya tersebar di daerah Asia Tenggara.
d. Nilai kerakyatan : Rakyat makmur.
e. Nilai keadilan : Tidak membedakan latar belakang.

Zaman Majapahit :  Kerajaan Majapahit mencapai masa keemasan pada masa pemerintahan raja Hayam Wuruk. Agama Hindu dan Budha dapat hidup rukun dalam satu kerajaan. Dalam kitab Negarakertagama terdapat istilah “Pancasila” yang ditulis oleh Empu Prapanca. Didalam buku Sutasoma terdapat kata “Bhineka Tunggal Ika” yang dikarang oleh Empu Tantular.

Zaman Penjajahan : Ketika Dr.Radjiman Wediodiningrat, selaku KetuaBadan dan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), pada tanggal 29 Mei1945, mengadakan  sidang untuk mengemukakan dasar(negara). Hal ini mendorong mereka untuk menggali kekayaan kerohanian, kepribadian dan wawasan kebangsaan . Calon rumusan dasar negara ialah 
a. Muhammad Yamin
1.) Peri Kebangsaan 
2.) Peri Kemanusiaan 
3.) Peri Ketuhanan
4.) Peri Kerakyatan 
5.) Kesejahteraan 
b. Prof. Dr. Soepomo
1.) Teori negara perseorangan (individualis)
2.) Paham negara kelas 
3.) Paham negara integralistik.
c. Ir. Soekarno
1.) Nasionalisme (kebangsaan Indonesia)
2.) Internasionalisme (peri kemanusiaan) 3) Mufakat (demokrasi)
3.) Kesejahteraan sosial
4.) Ketuhanan
5.) Yang Maha Esa (Berkebudayaan)

Masa Kemerdekaan : Pada tanggal 6 Agustus 1945 bom atom dijatuhkan di kota Hiroshima oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang. Sehari kemudian BPUPKI berganti nama menjadi PPKI menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaanIndonesia. Bom atom kedua dijatuhkan di Nagasaki yang membuat Jepang menyerah kepada Amerika dan sekutunya. Peristiwa ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.

Masa Orde Lama : Kedudukan pancasila sebagai idiologi Negara dan falsafah bangsa yang pernah dikeramatkan dengan sebutan azimat revolusi bangsa, pudar untuk pertama kalinya pada akhir dua dasa warsa setelah proklamasi kemerdekaan. Terdapat dua pandangan besar terhadap Dasar Negara yang berpengaruh terhadap munculnya Dekrit Presiden. Dekrit Presiden tersebut berisi: Pembubaran  konstituante, Undang-Undang Dasar 1945 kembali berlaku, dan Pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara.

Masa Orde Baru : Diera Orde Baru, yakni stabilitas dan pembangunan, serta merta tidak lepas dari keberadaan Pancasila. Pancasila menjadilat bagi pemerintah untuk semakin menancapkan kekuasaan di Indonesia. Pancasila begitu diagung-agungkan; Pancasila begitu gencar ditanamkan nilai dan hakikatnya kepada rakyat; dan rakyat tidak memandang hal tersebut sebagai sesuatu yang mengganjal.

Masa Reformasi : kesepakatan Pancasila menjadi dasar Negara Republik Indonesia secara normatif, tercantum dalam ketetapan MPR. Ketetapan MPR Nomor XVIII/MPR/1998 PasalNamun demikian, kesepakatan Pancasila menjadidasar Negara Republik Indonesia secara normatif,dalam ketetapan MPR. Ketetapan MPR Nomor XVIII/MPR/1998 Pasal 1 menyebutkan bahwa “Pancasilasebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945adalah dasar negara dari Negara Kesatuan RepublikIndonesia harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara” (MD, 2011).

3. Pancasila merupakan ideologi final bagi bangsa Indonesia dimana dalam perumusannya digali dari nilai-nilai yang berkembang pada masyarakat Indonesia sehingga bangsa Indonesia tidak memilih ideologi yang sudah berkembang sebelumnya seperti Liberal dan Komunis. Buatlah matriks perbandingan ideologi Pancasila dengan ideologi Komunis, sosialis, dan Liberal.
Jawaban :
Aspek-aspek Ideologi Pancasila Ideologi Komunis Ideologi Sosialis Ideologi Liberal
Hukum Politik Demokrasi Pancasila, agar semua mendapatkan hak yang seadil-adilnya. Kapitalis sebagai hasil dari ideologi liberal, Adanya hak komunal. Demokrasi untuk bersama, Masyarakat yang berperan penting Sekularisme yaitu negara dan agama dipisahkan, Paham ini berkembang dari akar-akar rasionalisme, Kebebasan dalam individu, Agama Bebas dalam memilih agama, nilai-nilai ketuhanan senantiasa menjiwai kehidupan manusia dalam hidup bernegara dan bermasyarakat.Negara berpaham Komunis atheis,  anti demokrasi dan hak asasi manusia. Berkembangnya agama atas dasar adanya dorongan kebersamaan. Diberi kebebasan dalam beragama bahkan diperbolehkan untuk tidak percaya terhadap Tuhan atau Atheis, diperbolehkan untuk mengkritik agama. Ekonomi Mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Menggunakan sistem kapitalis status kepemilikan swasta dihapuskan dalam beberapa komoditas penting dan menjadi kebutuhan masyarakat banyak Setiap orang bebas untuk memilik barang, pemerintah tidak ikut campur langsung dalam kegiatan ekonomi
Pandangan Masyarakat Menurut saya adanya bebas beragama itu baik tapi dapat juga memicu konflik antar agama Menurut saya kurang efektiv karena dengan adanya sistem komunal banyak hak-hak orang yang terampas akan kebebasan. Menurut saya dalam sistem ekonomi terdapat monopolisme yang dapat merugikan salah satu pihak. Menurut saya dalam aspek ekonomi perlunya pemerintah untuk ikut dalam kegiatan ekonomi

4.Dalam Sila pertama Pancasila jelas disebutkan bahwa Indonesia adalah negara yang berketuhanan, dimana sila pertama ini berkonsekwensi pada penjamin kekuasaan beragama di Indonesia, coba soda jelaskan pandangan sodara tentang kebebasan beragama dan toleransi  beragama yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila tanpa harus berbenturan dengan doktrin agama yang sodara anut (Islam).
Jawab : Menurut saya kebebasan dalam beragama dapat kita lihat dalam surat al kafirun ayat terakhir mengatakan bahwa”untukmu agamamu untukku agama ku” jadi dalam agama islam sudah diajarkan untuk toleransi terhadap agama lain karena dengan begitu munculah kata “toleransi” . kata toleransi berarti menghargai sesuatu yang berbeda. Dalam Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa berarti agama di Indonesia negara ber-Ketuhanan.
Kebebasan beragama dan toleransi beragama terdapat dalam pasal 28E ayat 2 UUD 1945, Pasal 28I ayat (1) UUD 1945 dan pasal 29 ayat (2) UUD 1945, pasal 28J ayat (1) UUD 1945 dan Pasal 28J ayat (2) UUD 1945.

5.Deskripsikan tugas Book Report yang telah saudara buat mulai dari identitas buku, deskripsi singkat isi buku, dan uraian pandangan sodara terhadap isi buku.
Jawaban :
             kaum abangan adalah orang Islam yang masih lemah iman, bukan orang kafir. Analisa Geertz ini didukung dan dibenarkan Zamakhsyari Dhofier. Dalam disertasinya, ia mengatakan bahwa sejumlah intelektual dalam mempelajari islam tradisional memiliki banyak kelemahan. Belajar dari pengalaman Orde Lama yang menekankan pada bidang ekonomi pembangunan yang pragmatis, nosektarian, dan memberikan komitmen pada ideologi resmi negara “Pancasila”.Terkait dengan umat Islam, perpindahan era tersebut membawa sejumlah harapan. Mengapa Orde Baru menolak memberikan kekuasaan kepada umat Islam? Lebih kurang, jawabannya sebagai berkut: Pada saat itu,TNI Angkatan Darat masih trauma dengan situasi politik Orde Lama, di mana kekuatan.   Dalam perubahan sosial terkait dengan pemikiran Islam era Orde Baru,maka generasi Islam yang dibesarkan dalam situasi peralihan ini memiliki nuansa tersendiri dalam alam berpikir mereka. Artinya adalah anak zamanya, maka segala bentuk tampilan  baik pemikiran, sikap budaya, dan politik yang diperlihatkan merupakan jawaban generasi tersebut terhadap tantangan zaman yang dihadapinya. 
           Perubahan basis sosial tersebut secara sederhana berimplikasi pada perubahan alam umat Islam pada masa Orde Baru sedang bergerak menuju interprestasi baru, yakni Islam sebagai ide. Respon bidang pembaharuan pemikiran Islam ; Semangat toleransi internal dan eksternal, Islam dan eksistensi manusia, dan sekularisme. Respon bidang politik dan kemasyarakatan (integrasi dan keindonesiaan) ; Kelompok  kultural dan Skiptural-Ideologis. Respon Bidang Sosial (tranformasi sosial); Islam populis dan pemberdayaan rakyat, masa depan Islam dan modernitas Indonesia. Kebijakan Orde Baru dalam memegang kekuasaan atau mengelola negara berpegang pada prinsip nonsektarian (termasuk dalam agama), politik massa mengambang, dan keseragaman ‘ideologi’ Pancasila bagi semua organisasi sosial politik dan organisasi kemasyarakatan. Kebijakan politik massa mengambang (floating mass) adalah kebijakan dimana masyarakat tidak boleh melakukan kegiatan politik praktis yakni ikut berpastisipasi aktif mengikuti proses pengambilan kebijakan. 
          Kebijakan ini diambil berdasarkan asumi bahwa pluralisme ideologi merupakan sumber konflik yang berkepanjangan. Harapan dan kecemasan, mendukung Islam jalur kultur dan memotong jalur struktur, Kebijakan Orde Baru terhadap pengorganisasian kepentingan islam ( 1985-1997).  Aspirasi politik Islam pasca Orde Baru perubahan drastis yang menonjol di bidang politik pasca Orde Baru antara lain : hilangnya kekuasaan yang represif dan bubarnya sistem bereaucratic polity –pemerintahan dipegang oleh segelintir orang- berubah menjadi pemerintah yang dipegang oleh perwakilan rakyat secara real.  Artikulasi politik Islam Faktor eksternal adalah hal-hal yang berkaitan dengan kenyataan sosiologis bangsa Indonesia yang serba plural. Pluralitas adalah kondisi real bangsa Indonesia. Apapun bentuk artikulasi kepentingan Islam di Indonesia harus memperhatikan dan mengakomodasi kepentingan publik seluas dan sebanyak mungkin, bukan kepentingan golongan atau kelompok kecil. 
           Struktur religio politik Islam berdasarkan watak dasar ormas dan orsospol Islam adalah Religio politik yang tumbuh dalam masyarakat Islam merupakan idealisasi masyarakat menurut cara pandang orang Islam terhadap dunia(world view) terbagi menjadi beberapa aspek seperti hukum privat dan publik yang dijabarkan dalam fikih peradilan perdata dan pidana, sistem ritual dal fikih ibadah, sistem politik dalam fikih syiyasah, sistem ekonomi dalam fikih mu’amalah,dll.
     Akar persoalan “Cetak Biru” gerakan Islam ini sebenarnya memiliki akar sejarah yang panjang. Para pendukung gerakan Islam-sambil melakukan komparasi ke masa lalunya- tidak percaya pada gerakan sekuler untuk menyelamatkan peradaban manusia di masa depan. Cita-cita politik Islam. Dengan memperhatikan sumber-sumber pokok ajaran Islam, yaitu al-Qur’an dan Sunah Rasul, maka cita-cita Politik Islam adalah membangun masyarakat yang adil dan makmur di bawah ridha Tuhan. Sedangkan wujud nyata masyarakat tersebut: Pertama, Islam mendesak agar masyarakat bersifat etis, menghargai hak-hak asasi manusia, bersifat egaliter, humaniter, demokrasi, dan menghargai pluralisme.

Identitas Buku
1.Pengarang : Tufiq nugroho

2.Tebal buku    : 152 Halaman

3.Judul Buku                : Pasang Surut Islam dan Negara Pancasila

4.Alamat penerbit         : Nyutran MG II/1465-A,Yogyakarta-55151

5.Penerbit                      : PADMA

6.Cetakan ke            : Cetakan I, jumadil Ula 1424  H/Juli 2003

Kelebihan Buku
1.Buku ini cukup menarik karena membahas tentang agama Islam dengan ideologi negara.
2.Buku ini menambah informasi bagi pembacanya.
3.Isi dengan judul buku sudah padu.

Kekurangan Buku 
1.judul buku dengan warna sampul tidak kontras.
2.Ada beberapa ditemukan kata-kata yang sulit sehingga pembaca sulit untuk memahaminya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Format Proposal Penelitian Kuantitatif FITK 2019 UINWS

Format Proposal Penelitian Kuantitatif Judul : JUDUL DITULIS HURUF KAPITAL CETAK TEBAL TEGAK (Anak udul                                  Ditulis Huruf Besar Kecil Cetak Tebal Tegak) Penulis : Ditulis dengan Huruf Besar Kecil Cetak Tebal Tegak NIM : Angka ditulis cetak tidak tebal tegak Program Studi : Nama ditulis cetak tidak tebal   A. Latar Belakang Masalah (4-6 hlm) B. Rumusan Masalah (maksimal 1 hlm) C. Tujuan dan Manfaat Penelitian (1,5 -2,5 hlm) D. Kaian Teori (3-20 hlm) E. Kajian Pustaka relevan (4-5 hlm) F. Rumusan Hipotesis (maksimal 1 hlm) G. Metode Penelitian (2,5 -14 hlm) H. Kepustakaan                                                 ...

Sirah Nabawiyah

Soal dan Jawaban 1. Nabi Muhammad saw pernah mengembalakan kambing a.Ceritakan  kapan dan bagaimana nabi saw mengembalakan kambing! Jawaban ;       Nabi Muhammad saw tidak dimanjakan oleh Abu Thalib. Pada masa remajanya pun, sebagaimana dahulu di pedesaan bersama Halimah, beliau menggembala kambing denga nimbalan upah secukupnya.  Satu ketika beliau menyatakan bahwa para nabi menggembalakan kambing. Beliau ditanya “ Apakah engkau juga demikian?” Beliau menjawab: “Ya aku pernah menggembalakannya, milik penduduk Mekkah dengan imbalan beberapa qirath” (HR. Bukhari).   Pekerjaan menggembala ternak merupakan pekerjaan yang umum dilakukan oleh para nabi dan rasul, seperti Musa, Daud, dan Isa alaihimussalam. Menurut catatan sejarah, di masa kecil Muhammad SAW pernah menggembala ternak penduduk Makkah.Beliau mengatakan, “semua nabi pernah menggembala ternak.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana dengan Anda ya Rasulullah?” Beliau me...