BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Wahyu merupakan sesuatu dari Allah yang diturunkan melalui malaikat Jibril yang diberikan kepada Nabi dan Rasul untuk disampaikan kepada umatnya. Wahyu itu berupa Al Quran untuk pedoman bagi umat manusia. Nabi Muhammad menerima risalah Allah ketika sedang berkhalwat di Gua Hira. Nabi Muhammad menerima wahyu Al Quran secara berangsur selama kurang lebih 23 tahun.
Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad saw adalah surah Al-alaq ayat 1-5. Adapun wahyu terakhir yang diterima oleh Nabi muhammad saw adalah surah al-maidah ayat 3 diterima pada saat sedang mengerjakan haji
Adanya wahyu berupa Al Quran manusia di tuntut untuk mempelajari maupun mengamalkannya melalui kehidupan sehari-hari.
B.Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang diatas dapat dirumuskan menjadi beberapa persoalan sebagai berikut:
1.Apa pengertian Wahyu Ilahi?
2.Bagaimana proses diturunkannya Al Quran?
3.Apa saja hikmah yang terkandung didalamnya?
BAB II
PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN WAHYU
Menurut TM. Hasbi Ash-Shiddieqy mendefinisikan bahwa wahyu secara terminologi adalah nama bagi sesuatu yang dituangkan dengan cara cepat dari Allah ke dalam dada nabi-nabi-Nya, sebagaimana dipergunakan juga untuk Al-Quran. Wahyu yang dimaksud di sini adalah khusus untuk Nabi, sedangkan ilham adalah khusus pula selain Nabi. Jadi, beda antara wahyu dengan ilham adalah bahwa ilham itu intuisi yang diyakini jiwa sehingga terdorong untuk mengikuti apa yang diminta, tanpa mengetahui dari mana datangnya.
menurut bahasa (lughah), kata wahyu berasal dari bahasa Arab al-wahy yang memiliki beberapa arti, di antaranya; suara, bahasa isyarat, bisikan, paham dan juga api. Tetapi ada juga yang mengartikan bisikan yang tersembunyi dan cepat. Dengan demikian, pengertian wahyu secara etimologis adalah penyampaian firman tuhan kepada manusia melalui Rasul-Nya tanpa diketahui orang lain.
B.TAHAP TURUNYA AL-QURAN
Proses diwahyukan alqur’an secara berangsur-angsur adalah al-qur’an diturunkan dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari yaitu mulai dari malam 17 romadhan tahun 41 dari kelahiran nabi sampai 9 dzulhijah haji wada’ tahun 63 dari kelahiran nabi atau tahun 10 H. Selain itu,ada 3 tahap dalam proses turunya Alquran, yaitu:
Tahap pertama(AT-TANAZZULU AWWALU),Al-quran diturunkan atau ditempatkan di lauh mahfudh,yakni suatu tempat dimana manusia tidak bisa mengetahuinya secara pasti. Hal ini di isyaratkan dalam QS.Al Buruj:21-22 yang artinya : “Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-quran yang mulia yang tersimpan dalam lauh mahfud.”
Tahap kedua(AT-TANAZZULU ATSANI),Al-quran turun di lauh mahfudh ke Baitul Izzah di sama’ ad dunia.yang terdapat dalam surat ad-Dhukhan ayat 1-6 yang artinya : “Ha-miim.demi kitab (Al-quran) yang menjelaskan, sesungguhnya Kami menurunkanya kalam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami lah yang memberi peringatan.”
“Pada malam itu di jelaskan segala urusan yang hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami.sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul,sebagai rahmat dari Tuhan-Mu.sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Tahap ketiga(AT-TANAZZULU ATS-TSAALISTU), Al-Quran turun dari Baitul Izzah di langit dunia langsung kepada nabi muhammad SAW,yakni setelah wahyu kitab al-quran itu pertama kalinya di tempatkan dilauh mahfudh.lalu keduanya diturunkan ke Baitul Izzah dilangit dunia,kemudian pada tahap ketiga Al-quran disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad SAW dengan melalui perantaraan malaikat jibril.dalam hal ini antara lain tersebutdalam Q.S.ASY-SYURA’:193-194,Al-furqan:32 sebagai berikut: ”Ia(Al-quran) itu di bawahturun oleh Ar ruh Al-Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad). agar kamu menjadi salah seorang diantaraorang-orang yang memberi peringatan.”(QS:193-194). “Berkatalah orang-orang kafir,mengapa Alquran itu tidak di turunkan kepadanya sekali kepadanya.demikianlah supaya Kami perbuat hatimu denganya dan Kami (menurunkan) dan membacakanya kelompok demi kelompok.”(Al-furqan:32).
C.HIKMAH TURUNYA AL-QURAN
Dalam proses turunya Al-quran,ada beberapa hikmah,yaitu sebagai berikut:
1.Memantapkan hati nabi
2.Menentang & melemahkan para penentang Al-qur’an
3.Memudahkan utk dihafal & difahami
4.Mengikuti setiap kejadian yg menyebabkan turunya ayat-ayat al-qur’an & melakukan penahapan dalam penetapan syari’at
5.Membuktikan dengan pasti bahwa al-qur’an turun dari allah yang maha bijaksana.
6.Penulisan al-qur’an pada masa Abu Bakar termotivasi karena kekwatiran sirnanya al-qur’an dengan syahitnya beberapa penghapal Al-qur’an pada perang yamamah, Abu bakar melakukan pengumpulan al-qur’an dengan mengumpulkan al-qur’an yang terpencar-pencar pada pelepah kurma,kulit,tulang & sebagainya.
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Wahyu Ilahi adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhanmmad SAW yang berisi kalam-kalam Allah utuk dipelajari oleh umat manusia. Proses turunya Al-Quran ada 3 tahap. Selain itu hikmah turunya Al-quran,juga ada 6.
B.Saran
Demikianlah makalah yang kami buat, kami mohon maaf sebesar-besarnya jika masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam hal penulisan makalah ini. Kritik dan saran sangatlah penting untuk penulis, agar penulis dapat memperbaiki menjadi lebih baik lagi. Semoga makalah bermanfaat untuk semua. Amin.
DAFTAR PUSTAKA
Mudzhar, Atho. 2007. Pendekataan Studi Islam dan Teori dan Praktek. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Chaer, Abdul.2012. Al-Qur’an dan Ilmu Tajwid. Jakarta: Rineka Cipta
Khon, Abdul Majid. 2011. Praktikum Qira’at. Jakarta: Amzah.
Eldeeb, Ibrahim. 2006. Se A Living Quran. Tangerang: Lentera Hati.
https://jalius12.wordpress.com/2013/10/07/pengertian-wahyu/
http://www.mozaikislam.com/609/sejarah-dan-hikmah-turunnya-al-qur%E2%80%99an.htm

Komentar
Posting Komentar